~Miaw !!! Welcome all !!!~
Hajimemashite ! Minna-san... Ini adalah blog yang berisi tentang kejadian-kejadian seorang miaw pembela kebenaran bernama U-chan.. selamat membaca, miaw !!! ^^...

name:
age:
country:
likes:
dislikes:
wishlist:
quote:
ambition:


Friend
Friend
Friend


Blogger
Blogskins
Neopets
Anime Art






designed by: dreamwalker


Hohohoho...aku buat novel.... ini bagi yang suka baca-baca sih... kalau kalian suka, aku lanjutin deh... (ceritanya cerita bersambung) Met baca...(btw, belum dikasih judul...)

Kacamata tebal, rambut hitam dengan panjang sebahu yang selalu dikepang dua, wajah yang selalu menunduk ke bawah, selalu bicara dengan bahasa yang baku, seorang yang jarang tersenyum… kata orang-orang, itulah aku. Namaku Kate, murid kelas 3 SMP Gateau, yang selalu mendapat juara umum. Dan hampir dianggap nggak ada sama teman-teman dikelas, saking muramnya aku.

---

”Fyuuhh...” aku membuang napas. Bingung dengan pelajaran fisika tadi. Hari ini, entah mengapa otakku sedang tidak bisa diajak bekerja sama.

”Gimana kemarin ? sukses nggak ?” terdengar suara Emily, nampaknya dia sedang berbicara dengan teman se-gank-nya, Olga, Quin dan April. Mereka perempuan tercantik di sekolah, yang entah sengaja atau tidak, terkumpul di kelasku.

”Gimana menurut kalian ?” Olga balik bertanya.

”Menurutku... diterima !” jawab Quin. Emily mangut-mangut.

”Yah... kalau menurut kalian begitu sih... ya sudah...” ujar Olga sambil memasang senyum centilnya.

”Beneran nih ??? jadi sekarang kamu resmi jadian dengan Rio ?!” tanya Emily.

Aku tersentak kaget. Haahh ??! Maksudnya...? Apa dia bilang tadi ?

”Iya, hehe, aku udah jadian sama dia” cetus Olga dan membuat aku mati rasa. Syok berat !

Rio... anak basket yang aku taksir... pacaran sama cewek tercantik di sekolah, Olga ?hatiku terasa sakit. Sakiittt...banget. nggak mungkin aku menang lawan Olga, lagian, aku tidak punya nyali untuk melawannya... cinta ketiga ku...hancur sudah !

Pandanganku masih tertuju pada Olga dengan pikiran yang kosong. Aku masih kaget.

”Eh...liat...si culun, eh, Kate...kenapa lihat-lihat ke aku sih??” gerutu Olga.

”Maybe iri dengan kecantikan kamu...” tukas Quin. Olga dan kedua temannya lalu berjalan menghampiri aku. Deg ! segera aku sadar dan menunduk.

”Kenapa lo liat-liat gue Kate ? ada yang salah ?” tanya Olga ketus, aku gemetaran.

”Nggak...aku...nggak...liat kamu kok... kamu salah liat kali !” sahutku sambil membuang muka.

”Atau...tadi kamu nguping pembicaraan kita ya ?!” tanya Emily dengan nada tinggi, ia tak pedulikan omonganku tadi.

”Nggak...kalau itu sih...emang kedengeran...” jawabku.

”Whaatt ???!!!”

Aku kaget. Bener, bener deh... suara mereka mirip gorila betina !

”Emang lo kira kita toa apa ??? masa suara kita yang lembut ini sampai kedengeran kekursi lo ? lo nguping pembicaraan kita kan ???” tanya Quin. Tadi kan aku udah bilang, aku nggak...

”Guys...udah tenang. Be calm okay ?” ujar Olga.

“Eh, Kate. Berarti lo tau dong, sekarang gue jadian sama Rio ?” tanyanya. Aku hanya menunduk.

”Lo kalau punya mulut digunain dong !!!” bentaknya. Segera aku mengangguk. Huuh ! dasar singa betina ! seruku dalam hati.

”Nah...sekarang, lo jangan suka ke Rio lagi ya !!! gue nggak mau lagi ada nyamuk cewek centil yang nempel-nempel Rio !”seru Olga seenaknya.

”Ma...maksudnya ?”

”Emang gue nggak tau apa isi diary lo ??” delik Olga.

“Kok...kamu bisa...bisa baca diaryku ? itukan privasi seseorang???” seruku.

”Ya terang gue baca kalau itu ada diatas meja, privasi lo terbuka begitu aja lagi !” katanya. Aku menggigit bibir.

Aduh ! aku lupa ! kemarin aku menaruh Diaryku diatas meja ! batinku.

”Aku... aku...”

”Kate ! lo dipanggil sama Bu Kepsek !”tiba-tiba Lulu datang. Ah... untunglah ! aku bisa kabur dari situasi ini ! mama memang hebat !seruku.

Aku (dengan menunduk) bangkit dan beranjak ke ruang mama, Bu Kepala Sekolah. Tiba-tiba, Gubrak ! aku tersandung kaki Olga. Sialan kamu Olga ! kamu sengaja kan !

”Aduh... hati-hati dong lo ! dasar memalukan!” seru Olga. Aku menahan air mata. Sebelum aku memperburuk keadaan dengan menangis, aku memilih untuk langsung kabur dan berlari sekencang-kencangnya ke ruangan mama. Meninggalkan mereka yang tertawa terbahak-bahak dibelakangku.

---

”Aduh sayang... jangan menangis dong. Cup, cup...” suara mama terdengar lembut sambil mengusap-usap kepalaku.

”Ma...ade mau pindah sekolah aja mah... please ! please !” ujarku sambil berlinang air mata.

”Wah, genap ke 100 kali kamu bilang begitu nih !” kata mama. Aku tersenyum, memperlihatkan lesung pipitku.

”Tapi, ke 100 kali pula mama bilang, nggak bisa ! maaf ya sayang...” lanjutnya. Senyumku layu. Mama...jahat ! seharusnya kalau sudah lihat anaknya merana 100 kali luluh juga dong !

”Mama... nggak sayang ade ! ade sebel !” seruku sambil berlari meninggalkan ruangan mama.

”Ade... bukan begitu sayang !” kata mama. Tapi aku terlanjur berlari dan membanting pintu ruangan mama.

Hiks...hiks...aku berlari melewati koridor sekolah yang sepi. Tiba-tiba...

Bruk !!!

Oh My God, apalagi ini ??!!! aku sampai menabrak seseorang segala !

“Aduh…sakit nih bahuku !” serunya. Wah, berabe nih ! aku nabrak cowok lagi.

”Maaf yah...maaf banget...hik...ma..hik...ma.af..” sambil sesegukan aku meminta maaf. Aduh... masalah lagi, kacamataku lepas entah kemana!. Aku kan sudah minus 2,5 + Cylinder 1! Berabe kalau sampai kacamataku...KREEEKKK...

”Aduh, aku ngedudukin apa nih ?” Tanya cowok itu…jangan-jangan, suara KREEKKK tadi...kacamataku ?!

”Wah...kacamata jadul nih...yang siapa ?” tanyanya.

Ya jelas punya aku dong !jadul ??? nggak sopan !batinku.

”Ini punya...” kata-katanya terputus saat ia memalingkan muka ke wajahku. Eh... kok tiba-tiba dia diem sih, ngeliatin aku lagi!

”Princess ?” lanjutnya.

Buh...hahaha. aku tertawa di depan orang yang nggak aku kenal itu. Princess apaan sih ?ngawur.

”Ketawanya lucu ya, Manis banget...” katanya saat melihat aku tertawa. Ups. Aku langsung menunduk dan mengambil kacamataku yang framenya telah patah itu.

”Eh ! ini aku ganti aja !” katanya sambil merampas kembali kacamataku. Aku mengambilnya kembali, lalu dia mengambilnya lagi, terus saja begitu sampai 3 kali.

”Sudahlah, nggak apa-apa !”kataku, kurampas lagi kacamata itu. Tapi dia menggeleng dan mengambilnya kembali.

”Princess jangan begitu...” ujarnya.

”Aku bukan Princess !” seruku kesal.

”Tapi kamu cantik !” katanya makin membuat aku menyangka cowok itu...miring !

”Nggak ! kamu bodoh ya ??? cepat berikan aku kacamata itu !” seruku sambil mencoba mengambil kacamataku. Tapi dia malah mempermainkan kacamataku, melempar-lempar,memutar dan menaruh disaku celananya...

”Coba saja ambil” ujarnya menggodaku.

”CEPAT KEMBALIKANNN !!!!” seruku menggelegar.

”Hei !!! siapa itu yang membuat gaduh saat pelajaran ??” tiba-tiba Pak guru datang.

”Ah ! gawat !” sahutku.

”Ini gara-gara kamu !”

”Maaf deh Princess... ayo kita kabur !”serunya sambil menggandeng tanganku.

”Lepaskan !!!” seruku sambil melotot.

”Ingin selamat tidak ??” tanyanya. Aku diam. Kalau tertangkap sama pak guru berabe juga sih...

”Diam artinya iya !” cetusnya sambil menarikku lari.

”Hei kalian ! jangan kabur !”pak guru mengejar kami.

”Aduh...Pak guru ngejar nih !”

”Princess, jangan malingin muka kebelakang ya ! nanti ketauan lagi !” aku mangut-mangut. Ia berlari sambil menariku.

CKIIITTT...Buugghhh !

”Kamu kok ngerem tiba-tiba sih ?? pak guru masih ngejar tuh ! ” ujarku sambil mengelus-elus hidungku yang menabrak punggungnya.

”Bolehkah aku menggendong mu, Princess ?” tanyanya, bagai seorang pangeran, tapi dimataku kata-katanya menjijikan !

”Hah ???” aku malah memasang tampang bloon + mau muntah.

”Kalau bilang ’hah’ berarti iya ! jangan teriak ya, Princess !” serunya sambil menggendongku, bak menggendong cinderella.

T...tunggu...hei !!! aku hanya bisa menjerit dalam hati melihatnya loncat dari gedung ini ke gedung sebelah.

Tep !

”Yeah ! pendaratan yang bagus !” sahutnya sambil mengepalkan tangan.

”Kamu gila”

”Memang !”

”Kamu sadar nggak sih ?”

”Sejak aku lahir aku udah sadar kok !”

”Dasar bod...”

Eh...sebentar...kayaknya posisiku, nggak banget deh !

”Eh ! lepasih bodoh !” seruku sambil berdiri. Aku melihat kearah anak itu. Dasar manusia jaman sekarang sukanya SKSD ! make tadi gendong-gendongan segala ! nggak kenal pula orangnya !aku ngomel-ngomel dalam hati.

”Nama kamu siapa ?”tanyanya.

”Nggak penting !”jawabku sambil berlari kencang meninggalkan dia. Gara-gara anak itu aku harus turun naik tangga ke gedung sebelah !

---

Nah... itu secuil dari filenya...kalau mau ada yang suka aku copy lagi...hehehe...





Miaw blogged on 3:13 AM

Staring at the mirror, I knew not who I was...